Membangun Integrasi Berkualitas untuk Bisnis Anda!

bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Cari Blog Ini

Senin, 29 Juni 2015

SALAM TERAKHIR, Go Manado 2013

SALAM TERAKHIR


Sampaikan salam buat semua
Salam terakhir salam teristimewa
Kepada kau yang tersayang
Pada teman yang ku kenang
Pemergian ku ini tak dirancang


Usah bertanya mengapa aku
Mengucap salam terakhir kepada mu
Kerna waktu berputaran
Bimbang tak berkesempatan
Melahirkan kerinduan terhadapmu


Demi sebuah kenyataan
Yang amat menyakitkan
Aku yang tidak berdaya
Hanya berserah padaNya


Salam akhir
Salam yang teristimewa
KepadaNya ku memohon keampunan
MelaluiNya ku beri kemaafan Kepadamu


Demi sebuah kenyataan
Yang amat menyakitkan
Aku yang tidak berdaya
Hanya berserah padaNya


Salam akhir Salam yang teristimewa KepadaNya ku memohon keampunan MelaluiNya ku beri kemaafan Kepadamu


Andainya aku punya waktu Masih ku ingin mengulangi semula Saat indah bersama mu Sayang tak berkesempatan Abadikan saja salam ku di ingatan


Salam ku yang terakhir

Sabtu, 20 Juni 2015

E-Ticket

Rupiah Riwayatmu Dulu, Apakabarmu Sekarang?

Uang NKRI dengan denominasi 100,000 Rupiah emisi tahun 2014 telah sukses diterbitkan pada 17 Agustus 2014 kemarin, menandai periode baru dalam sejarah mata uang Rupiah. Sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang, Rupiah kini dikelola bersama antara Bank Indonesia dengan Kementrian Keuangan sebagai representasi Pemerintah. Dalam memperingati event bersejarah ini, kami ingin menengok kebelakang, mengenang kembali sejarah  Rupiah sebagai mata uang yang resmi berlaku di Indonesia.

Sejarah Rupiah Sebelum Kemerdekaan RI
Mata uang Rupiah bukanlah satu-satunya mata uang yang pernah berlaku di Indonesia. Kerajaan-kerajaan Mataram Lama, Sriwijaya, dan Majapahit telah mengenal dan menggunakan berbagai tipe "uang" yang umumnya berupa logam. Setelah kedatangan penjajah di Indonesia pun, Indonesia telah mengenal berbagai macam mata uang, termasuk Sen dan Gulden yang diterbitkan oleh De Javasche Bank khusus untuk dipergunakan di Hindia Belanda (Indonesia saat itu).
Uang 10 Gulden Hindia Belanda Yang Diterbitkan De Javasche Bank tahun 1938    
Gambar dua lembar uang kertas diatas termasuk beberapa uang yang pernah beredar di Indonesia saat masa penjajahan Belanda yang pertama. Setelah tentara Jepang mengambil alih menduduki Indonesia tahun 1942, pemerintah Jepang di Indonesia berusaha menarik mata uang terbitan Belanda tersebut dari peredaran dan menyusun bank Nanpo Kaihatsu Ginko yang mencetak uang mereka sendiri, walaupun masih dalam bahasa Belanda, yang disebut "Gulden Hindia Belanda".
Uang Satu Gulden Hindia Belanda Yang Diterbitkan De Javasche Bank
Menjelang akhir pendudukan Jepang, sebagai bagian dari upaya menarik hati masyarakat Indonesia, Jepang mencetak lagi uang baru berbahasa Indonesia yang dinamakan "Rupiah Hindia Belanda". Namun karena situasi ekonomi dan politik saat itu yang kacau, maka baik uang Gulden terbitan pemerintah Hindia Belanda, Gulden terbitan Jepang, maupun Rupiah Hindia Belanda, semuanya masih digunakan oleh masyarakat setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Kondisi semakin parah setelah tentara Sekutu mendarat di Indonesia dan berusaha menduduki Indonesia kembali. Tentara Sekutu yang juga dikenal sebagai Netherlands Indies Civil Administration (NICA) menarik Gulden Hindia Belanda yang dicetak sebelum pendudukan Jepang dan mulai menerbitkan uangnya sendiri di Indonesia Timur yang banyak disebut sebagai "Gulden NICA" atau uang NICA.
Uang NICA 5 Rupiah Terbitan Tahun 1943, Tampak Depan dan Belakang
Perhatikan bahwa Uang NICA terbitan tahun 1943 tersebut menampilkan gambar Ratu Wilhelmina, (Kepala Negara Belanda saat itu), lambang kerajaannya, serta dicetak dalam bahasa Belanda. Karena karakter uang yang demikian, maka para pejuang kemerdekaan menolak uang tersebut. Ketika uang NICA itu mulai masuk ke wilayah pulau Jawa, Bung Karno segera mendeklarasikan bahwa uang NICA itu ilegal. Uang terbitan Jepang pun saat itu masih jadi pilihan alat pembayaran untuk digunakan di Jawa dan Sumatera.

Akibat Uang NICA tersebut, pemerintah Indonesia yang baru lahir berkat proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 mulai mengambil langkah-langkah untuk menerbitkan uang sendiri. Masalahnya, sumber daya yang dibutuhkan untuk mencetak uang tidaklah kecil. Selain itu, tentara Sekutu berusaha menyerang pabrik percetakannya guna mencegah penerbitan uang tersebut.
Oeang Republik Indonesia
Setelah melampaui perjuangan berat, pemerintah Indonesia akhirnya berhasil merilis uang pertamanya pada 3 Oktober 1946, dikenal juga sebagai "Oeang Republik Indonesia", atau ORI. Saat itu dideklarasikan bahwa semua uang terbitan Jepang harus ditukar dengan ORI hingga tanggal 30 Oktober di tahun yang sama. Standar nilai tukarnya ditetapkan dengan patokan 50 Rupiah Hindia Belanda = 1 ORI. Pemerintah juga menyatakan bahwa satu ORI memiliki nilai setara dengan 0.5 gram Emas. Rupiah Hindia Belanda yang masih beredar setelah bulan Oktober dinyatakan tidak berlaku lagi.
Satu Rupiah ORI Bergambar Bung Karno dan Gunung Meletus, Tampak Depan dan Belakang 
Setelah penerbitan ORI, maka mata uang yang resmi menjadi alat pembayaran di Nusantara ada dua, yaitu uang NICA dan uang ORI. Namun demikian, di lokasi-lokasi tertentu yang relatif sulit dijangkau, uang Jepang masih cukup banyak digunakan. Oleh karena jangkauan pemerintah yang baru juga terbatas, maka pemerintah Indonesia mengijinkan daerah-daerah tertentu untuk menerbitkan uangnya sendiri. Uang-uang tersebut nantinya dapat ditukarkan dengan uang ORI setelah situasi dan kondisi memungkinkan.

Namun ORI saat itu sudah mulai bermasalah karena finansial yang buruk membuat pemerintah Indonesia yang baru mencetak semakin banyak uang guna menambah isi kas negara. Suplai uang yang terlalu banyak berakibat pada inflasi yang merajalela dan merosotnya nilai tukar ORI dari 5 Gulden NICA pada awal penerbitannya ke 0.3 Gulden NICA pada bulan Maret 1947.

Pada bulan November 1949, Konferensi Meja Bundar mengakui kemerdekaan Indonesia dalam kerangka Republik Indonesia Serikat (RIS) yang terdiri atas Indonesia yang meliputi Jawa dan Sumatera, beserta 15 negara kecil lainnya di Nusantara. Pada periode ini, RIS menyadari bahwa berbagai macam mata uang yang beredar di masyarakat mengacaukan perekonomian. Betapa tidak, saat itu ada ORI, uang NICA, uang Jepang, uang Belanda sebelum pendudukan Jepang, juga uang yang diterbitkan oleh daerah-daerah tertentu secara terpisah.

RIS berusaha mengontrol kondisi ini dengan mengumumkan pelaksanaan Gunting Syafruddin pada 19 Maret 1950. Selain itu, RIS juga sempat mencetak uang sendiri, tetapi pendeklarasian formal kemerdekaan Indonesia sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1950 membuat uang RIS jadi berumur pendek.
Uang Lima Rupiah Yang Diterbitkan Oleh Republik Indonesia Serikat

Sejarah Rupiah Setelah Kelahiran Bank Indonesia
Setelah kelahiran NKRI, Pemerintah berupaya untuk menghapuskan pengaruh Belanda dalam sistem keuangan Indonesia. Upaya pertama yang dilakukan adalah dengan menggantikan mata uang terbitan Belanda berdenominasi rendah dengan koin Rupiah pecahan 1, 5, 10, 25, dan 50 sen, serta penerbitan uang kertas 1 dan 2 1/2 Rupiah.
Koin 25 Sen Emisi Tahun 1952, Tampak Depan Dan Belakang
Selanjutnya, Pemerintah menasionalisasi De Javasche Bank yang merupakan bank sentral RIS menjadi Bank Indonesia. Di tahun 1952-1953, Bank Indonesia mulai merilis uang kertas baru, mulai dari 1 Rupiah hingga 100 Rupiah. Ini menandai periode baru dalam sejarah Rupiah, dimana penerbitan dan peredaran uang kertas Rupiah kini menjadi tugas Bank Indonesia, sedangkan uang koin masih ditangani oleh Pemerintah secara terpisah.
Uang Satu Rupiah Emisi Tahun 1953, Salah Satu Pecahan Yang Diterbitkan Setelah Nasionalisasi De Javasche Bank 
Sayangnya, perilisan uang baru Bank Indonesia tidak mampu menyelesaikan keruwetan perekonomian Indonesia. Inflasi terus membubung tinggi dan nilai tukar Rupiah pun merosot dengan cepat. Pada Maret 1950, nilai tukar Rupiah adalah 1.60 per Dolar AS, namun dalam waktu kurang dari sepuluh tahun sudah naik ribuan persen menjadi 90 per Dolar AS pada Desember 1958.

Kondisi ekonomi tersebut mendorong Pemerintah Indonesia untuk mendevaluasi Rupiah pada tahun 1959. Upaya tersebut lagi-lagi gagal, dan Rupiah kembali di-devaluasi beberapa tahun kemudian. Namun Rupiah masih tak terkendali, hingga pemerintahan Orde Baru dibawah presiden Suharto berhasil menstabilkan nilainya.
Uang 10000 Rupiah, Salah Satu Pecahan yang Diterbitkan Bank Indonesia Pada Masa Orde Baru 

Mulai masa Orde Baru, Bank Indonesia diberi kewenangan untuk mencetak dan menerbitkan uang, baik dalam bentuk koin maupun uang kertas, serta mengatur peredarannya di Indonesia. Hal ini terus berlanjut hingga pemberlakuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang yang mendorong penerbitan uang NKRI pada tanggal 17 Agustus lalu. Sementara itu, uang-uang lama yang pernah beredar lainnya saat ini umumnya diperjualbelikan secara eksklusif diantara kolektor uang lama. Lembaran uang 10000 Rupiah bergambar relief Candi Borobudur diatas, misalnya, bisa diperdagangkan dengan harga sangat mahal di tangan kolektor karena nilai sejarahnya serta keunikan gambarnya. 

Pada Juni 1997, Indonesia terlihat jauh dari krisis. Tidak seperti Thailand, Indonesia memiliki inflasi yang rendah, perdagangan surplus lebih dari 900 juta dolar, persediaan mata uang luar yang besar, lebih dari 20 miliar dolar, dan sektor bank yang baik.
Tapi banyak perusahaan Indonesia yang meminjam dolar AS. Pada tahun berikut, ketika rupiah menguat terhadap dolar, praktisi ini telah bekerja baik untuk perusahaan tersebut -- level efektifitas hutang mereka dan biaya finansial telah berkurang pada saat harga mata uang lokal meningkat.
Pada Juli, Thailand megambangkan baht, Otoritas Moneter Indonesia melebarkan jalur perdagangan dari 8 persen ke 12 persen. Rupiah mulai terserang kuat di Agustus. Pada 14 Agustus 1997, pertukaran mengambang teratur ditukar dengan pertukaran mengambang-bebas. Rupiah jatuh lebih dalam. IMF datang dengan paket bantuan 23 miliar dolar, tapi rupiah jatuh lebih dalam lagi karena ketakutan dari hutang perusahaan, penjualan rupiah, permintaan dolar yang kuat. Rupiah dan Bursa Saham Jakarta menyentuh titik terendah pada bulan September. Moody's menurunkan hutang jangka panjang Indonesia menjadi "junk bond".
Meskipun krisis rupiah dimulai pada Juli dan Agustus, krisis ini menguat pada November ketika efek dari devaluasi di musim panas muncul pada neraca perusahaan. Perusahaan yang meminjam dalam dolar harus menghadapi biaya yang lebih besar yang disebabkan oleh penurunan rupiah, dan banyak yang bereaksi dengan membeli dolar, yaitu: menjual rupiah, menurunkan harga rupiah lebih jauh lagi.
Inflasi rupiah dan peningkatan besar harga bahan makanan menimbulkan kekacauan di negara ini. Pada Februari 1998, Presiden Suharto memecat Gubernur Bank Indonesia, tapi ini tidak cukup. Suharto dipaksa mundur pada pertengahan 1998 dan B.J. Habibie menjadi presiden. mulai dari sini krisis moneter indonesia memuncak.

Rupiah Apakabarmu Sekarang?
Akhir-akhir ini mata uang Indonesia Rupiah kembali terjun bebas, dengan terjun paling dalam-mungkin-semenjak krisis moneter 97- 98 silam, $1 sudah mencapai angka Rp 13.500, pemerintah Jokowi yang dinilai sebagai titik awal untuk membangkitkan kembali trend perbaikan ekonomi Indonesia masih belum menunjukan geliat rupiah sampai sekarang.

Kapan Nilai Tukar Rupiah Berjaya?!
Kalua,

Kabarmu Hari Ini?

Haruskah Redenominasi Rupiah? - Agar Nol-nya tidak Makin Panjang Akibat inflasi

Para pengamat mengatakan ada banyak faktor yang menyebabkan posisi Rupiah terus melorot akhir-akhir ini, di antaranya adalah ternd membaiknya posisi perekonomian Amerika Serikat yang beberapa tahun lalu mengalami trend negatif. Pengaruh melemahnya rupiah terhadap perekonomian secara nasional memang sangat terasa apalagi masyarakat dihadapkan pada kenaikan harga BBM yang naik cukup signifikan.

Dampak Negatif Bagi Importir
Di antara pengusaha yang secara langsung merasakan akibat melemahnya rupiah terhadap dollar adalah para pengusaha yang bergerak di bidang impor. Pasalnya mereka membeli barang-barang komoditas dari luar negeri dengan rupiah yang harus terlebih dahulu ditukar ke dollar sehingga terpaksa mereka harus menaikkan barang komoditas impor mereka ke harga yang lebih tinggi untuk dijual lebih tinggi di Indonesia dengan konsekwensi barang komoditas mereka kalah bersaing dari segi harga dengan barang-barang lokal.

Usaha Kecil Diuntungkan
Namun sebagaimana dikatakan oleh ahli hikamh “Di balik musibah orang lain, ada pihak lain yang dapat untung”. Nampaknya pribahasa ini memang berlaku terkait pelemahan rupiah terhadap dollar bagai Usaha Kecil dan Menengah, pasalnya mereka yang bergerak di bidang ini dan mengekspor produknya justru akan mendapatkan laba yang maksimal dari hasil penjualannya ke luar negeri, karena mereka dibayar dengan dollar sehingga hasil penukaran dollar ke rupiah yang mereka terima berlipat-lipat.

Semoga Rupiah Warnanya Ijo lagi biar enak dipandang.....

Sumber: dari segala sumber

Senin, 08 Juni 2015

7-digit kode bank resmi dari PayPal untuk bank lokal Indonesia




Daftar Kode Bank di Indonesia Untuk PayPal

Bank lokal Indonesia memiliki peran yang penting bagi akun PayPal kita. Hingga saat ini bank lokal Indonesia bisa digunakan untuk tarik tunai (withdraw) dan pada perkembangan terakhir adalah untuk verifikasi akun PayPal. Namun hingga saat ini bank lokal Indonesia tidak/belum bisa digunakan sebagai sumber dana PayPal.
Bank lokal Indonesia bisa digunakan setelah kita menambahkannya ke akun PayPal kita. Informasi yang kita perlu masukan ke akun PayPal antara lain adalah nama bank, nomor rekening, dan kode bank.
Kode bank Indonesia untuk keperluan PayPal terdiri dari 7 digit nomor. Nomor ini berbeda dengan kode SWIFT yang sering digunakan untuk keperluan transfer internasional. Kode 7 digit nomor ini digunakan setiap bank untuk melengkapi transfer uang lokal atau domestik.
Pada awalnya kita sering menemui kendala untuk mencari kode bank Indonesia. Kita bisa mendapatkan kode bank dengan menggabungkan 3 digit kode bank + 4 digit kode cabang. Kita harus benar dalam menentukan kode bank ini, jika tidak maka proses tarik tunai atau verifikasi akan gagal dan kita akan dikenakan denda oleh PayPal.
Ada kabar gembira, sekarang kita tidak perlu bingung lagi mencari kode bank Indonesia. PayPal telah membuat kode tetap untuk bank lokal Indonesia.
Berikut adalah daftar 7-digit kode bank resmi dari PayPal
NAMA BANKKode bank
BANK INDONESIA0010016
PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk0020307
PT. BANK EKSPOR INDONESIA (PERSERO)0030012
PT. BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk.0080606
PT. BANK NEGARA INDONESIA 1946 (Persero) Tbk.0090010
BNI SYARIAH0090010
PT. BANK DANAMON INDONESIA INDONESIA Tbk0111274
PT. BANK PERMATA Tbk.0130307
PT. BANK CENTRAL ASIA Tbk.0140012
PT. BANK INTERNATIONAL INDONESIA Tbk.0160131
PT. BANK PAN INDONESIA Tbk. / PT. PANIN BANK Tbk.0190017
PT. BANK NIAGA Tbk.0220026
PT. BANK UOB BUANA, Tbk0230016
PT. LIPPO BANK0261399
PT. BANK NILAI INTI SARI PENJIMPAN Tbk.0280024
AMERICAN EXPRESS BANK LTD.0300302
CITIBANK NA0310305
JPMORGAN CHASE BANK, NA0320308
BANK OF AMERICA , NA0330301
PT. BANK MULTICOR / PT. BANK WINDU KENTJANA INTERNASIONAL0360300
PT. BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk0370028
THE BANGKOK BANK PCL0400309
THE HONGKONG and SHANGHAI BANKING CORP0410302
THE BANK OF TOKYO MITSUBISHI UFJ LTD.0420305
PT. BANK SUMITOMO MITSUI INDONESIA0450304
PT. BANK DBS INDONESIA0460307
PT. BANK RESONA PERDANIA0470300
PT. BANK MIZUHO INDONESIA0480303
STANDARD CHARTERED BANK0500306
ALGEMENE BANK NEDERLAND AMRO BANK N.V. / ABN AMRO BANK NV.0520302
PT. BANK CAPITAL INDONESIA0540308
PT. BANK BNP PARIBAS INDONESIA0570307
PT. BANK UOB INDONESIA0580300
KOREA EXCHANGE BANK DANAMON / PT. BANK KEB INDONESIA0590303
PT. BANK RABOBANK INTERNATIONAL INDONESIA0600303
PT. ANZ PANIN BANK0610306
DEUTSCHE BANK AG0670304
PT. BANK WOORI INDONESIA0680307
BANK OF CHINA LIMITED0690300
PT. BANK BUMI ARTA0760010
PT. BANK EKONOMI RAHARJA0870010
PT. BANK ANTAR DAERAH0880055
PT. HAGABANK INDONESIA / PT. BANK HAGA0890016
PT. BANK IFI0930015
PT. BANK CENTURY Tbk.0950011
BANK MAYAPADA INTERNATIONAL / PT. BANK MAYAPADA Tbk.0970017
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT / PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH JABAR DAN BANTEN1100093
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH DKI JAKARTA / BANK DKI1110164
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH DIY / YOGYAKARTA1120015
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA TENGAH1130348
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH JATIM1140383
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAMBI1150014
PT. BPD ISTIMEWA ACEH1160033
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SUMUT1170201
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SUMATERA BARAT / PT. BANK NAGARI1180259
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH RIAU1190016
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SUMATERA SELATAN1200142
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH LAMPUNG1210051
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH KALIMANTAN SELATAN1220012
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH KALIMANTAN BARAT1230015
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH KALIMANTAN TIMUR1240018
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH KALTENG1250011
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI SELATAN1260027
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA1270091
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH NTB / NUSA TENGGARA BARAT1280010
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH BALI1290013
BANK PEMBANGUNAN DAERAH NUSA TENGGARA TIMUR1300013
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH MALUKU1310016
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH PAPUA1320019
PT. BPD BENGKULU1330012
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI TENGAH1340015
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI TENGGARA1350018
PT. BANK NUSANTARA PARAHYANGAN1450028
PT. BANK SWADESI Tbk.1460021
BANK MUAMALAT INDONESIA / PT. BANK MUAMALAT INDONESIA1470011
PT. BANK MESTIKA DHARMA1510049
PT. BANK METRO EKSPRESS1520013
PT. BANK SINARMAS1530016
PT. BANK MASPION INDONESIA1570021
PT. BANK HAGAKITA1590014
PT. BANK GANESHA1610017
PT.HALIM INDONESIA BANK / PT. BANK HALIM INDONESIA / PT. BANK ICBC INDONESIA1640058
PT. BANK HARMONI INTERNASIONAL1660012
PT. BANK KESAWAN1670099
PT. BANK TABUNGAN NEGARA (Persero) / PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) SYARIAH2000024
PT. BANK HS 1906 / PT. Bank Himpunan Saudara2120027
B.T. PENSIUNAN NASIONAL / PT. BANK BTPN / PT. BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL2130101
PT. BANK SWAGUNA4050072
PT. BANK JASA ARTA4220051
PT. BANK MEGA Tbk.4260176
PT. BANK UMUM KOPERASI INDONESIA (BUKOPIN) / PT. BANK BUKOPIN Tbk.4410010
PT. BANK SYARIAH MANDIRI Tbk.4510017
PT. BANK BISNIS INTERNATIONAL4590037
PT. BANK SRI PARTHA4660019
PT. BANK JASA JAKARTA4720014
PT. BANK BINTANG MANUNGGAL / PT. BANK HANA4840017
PT. BANK BUMI PUTERA Tbk.4850010
PT. BANK YUDHA BHAKTI4900012
PT. BANK MITRANIAGA4910015
PT. AGRONIAGA BANK4940014
PT. BANK INDOMONEX4980016
PT. BANK ROYAL INDONESIA5010011
ALFINDO SEJAHTERA BANK / PT. BANK ALFINDO5030017
PT. BANK SYARIAH MEGA INDONESIA5060016
PT. BANK INA PERDANA5130014
PT. BANK HARFA5170016
PT. PRIMA MASTER BANK5200025
PT. BANK PERSYARIKATAN INDONESIA5210031
PT. BANK DIPO INTERNATIONAL5230011
PT. BANK AKITA5250046
PT. BANK LIMAN INTERNATIONAL5260010
PT. ANGLOMAS INTERNATIONAL BANK5310012
PT. BANK KESEJAHTERAAN EKONOMI5350014
PT. BANK UIB5360017
PT. BANK ARTOS INDONESIA5420025
PT. BANK PURBA DANARTA5470017
PT. BANK MULTIARTA SENTOSA5480010
PT. BANK MAYORA INDONESIA5530012
PT. BANK INDEX SELINDO5550018
PT. BANK EKSEKUTIF INTERNASIONAL5580017
PT. CENTRATAMA NASIONAL BANK5590036
PT. BANK FAMA INTERNATIONAL5620029
PT. BANK SINAR HARAPAN BALI5640012
PT. BANK VICTORIA INTERNATIONAL5660018
PT. BANK HARDA INTERNASIONAL5670011
PT. BANK FINCONESIA9450305
PT. BANK MAYBANK INDOCORP9470301
PT. BANK OCBC INDONESIA9480304
PT. BANK CHINATRUST INDONESIA9490307
PT. BANK COMMONWEALTH9500307